Berjemur di bawah matahari tidak selamanya baik

Mungkin kalian sering mendengar kata-kata, berjemur dibawah sinar matahari itu sehat loh, kita harus berjemur setiap pagi karena itu bagus untuk kesehatan. Tapi apakah kalian tahu bahwa berjemur itu tidak selamanya bagus ? apakah kalian tahu ada waktu tertentu untuk berjemur ? Bagi kalian yang belum tahu penulis akan menjelaskan kenapa berjemur itu penting, bahaya dari sinar ultraviolet, dan kapan waktu terbaik untuk berjemur dibawah sinar matahari.

Sebelum masuk ke pembahasan alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis radiasi UV. Ada 3 jenis radiasi UV yaitu UVA, UVB, UVC .

UVA memiliki Panjang gelombang terpanjang dari radiasi UV yang lain. UVA terbagi menjadi 2 subdivisi menjadi UVA I (320-400nm) dan UVA II (320-340nm). Sinar UVA ada sepanjang hari, bahkan dari pagi sampai sore hari. Selain itu, UVA berkontribusi terhadap penuaan dan kerutan kulit. Untuk waktu yang lama diperkirakan bahwa UVA tidak dapat menyebabkan kerusakan yang berlangsung lama. Studi terbaru sangat menyarankan bahwa UVA dapat meningkatkan perkembangan kanker kulit.

UVB dengan panjang gelombang sedang (290-320) sangat aktif secara biologis tetapi tidak dapat menembus lapisan kulit superfisial. Ini bertanggung jawab atas tanning dan pembakaran yang tertunda; selain efek jangka pendek ini meningkatkan penuaan kulit dan secara signifikan meningkatkan perkembangan kanker kulit. Sebagian besar UVB matahari disaring oleh atmosfer.

UVC menjadi panjang gelombang terpendek (100-280 nm) UVC tidak terlalu menjadi perhatian karena sinarnya terhalang oleh lapisan ozon dan karena itu tidak mencapai permukaan bumi.

Apa saja manfaat yang didapatkan dari sinar matahari ?

Paparan sinar matahari tidak selalu dianggap buruk, terdapat beberapa manfaat dari sinar UV. Sinar UV telah terbukti dan membantu mengobati seperti kekurangan vitamin D, penyakit kulit seperti psoriasis, sarcoidosis, dan berbagai kondisi  kulit lainya. Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium dari saluran cerna untuk membantu menjaga tulang yang kuat. Sinar UVB dapat mengubah senyawa 7-dehydrocholesterol didalam epidermis / kulit menjadi Vitamin D.

Vitamin D sendiri memiliki peran penting terhadap sistem imun. Kekurangan vitamin D dihubungkan dengan peningkatan autoimunitas serta kerentanan terhadap infeksi. Ada beberapa penelitian yang menghubungkan tingkat vitamin D yang lebih rendah dengan peningkatan infeksi. Satu laporan penelitian hampir 19.000 subjek antara tahun 1988 dan 1994. Individu dengan kadar vitamin D yang rendah lebih mungkin melaporkan infeksi saluran pernapasan atas dari pada individu yang memiliki kadar vitamin D cukup.

Selain itu UVA menstimulasi sintase nitric oxide di kulit yang memainkan peran penting dalam tubuh kita seperti kardioprotektif (vasodilatasi dan mengurangi tekanan darah, dan kerusakan iskemia / reperfusi), pertahanan kekebalan tubuh, transmisi saraf, pengaturan kematian sel (apoptosis) dan motilitas sel, antimikroba , antitumor, anti-leishmanial, dan spermatogenesis

Apa saja efek negative sinar matahari ?

Meskipun, paparan radiasi UV dan efek karsinogenik pada kulit manusia masih kontroversial, tetapi, paparan radiasi UV berlebihan terbukti menghasilkan banyak efek berbahaya akut dan kronis di mata, jantung, sistem kekebalan tubuh. Eksposur berlebihan terbukti menyebabkan kerusakan DNA langsung dan tidak langsung, yang mengarah pada perkembangan kanker. Selain pigmentasi, bentuk kanker kulit yang paling mematikan, melanoma ganas disebabkan oleh paparan UV. Paparan jangka panjang oleh radiasi ultraviolet menyebabkan penuaan kulit dini, sebagian ditandai oleh kerutan, perubahan pigmentasi, dan hilangnya warna kulit.

Kapan waktu berjemur terbaik ?

Berdasarkan jurnal yang telah dilakukan oleh Raden Tina Judistiani yang melakukan penelitian kepada 304 perempuan hamil dengan hasil waktu terbaik untuk mendapatkan paparan UVB antara jam 10.00-13.00. Berdasarkan penelitian lain yang dilakukan oleh Johan Moan disimpulkan bahwa untuk sintesis vitamin D dengan risiko melanoma kutaneous yang minimal, waktu terbaik untuk paparan sinar antara jam 10.00 – 13.00. Penelitian lain yang dilakukan oleh Setiati S dkk melakukan penelitian paparan sinar matahari pada wanita lanjut usia di Jakarta, Indonesia. Peneliti menemukan bahwa untuk intensitas UVB tertinggi terjadi pada jam 11 pagi sampai dengan 1 siang.

Sepertinya, hanya 10 – 15 menit paparan sinar matahari UV 2 – 3 kali per minggu sudah cukup. Sinar matahari kekuatan sedang mensintesis vitamin D dalam jumlah cukup dalam waktu 5 – 30 menit, namun, itu juga tergantung pada gelapnya kulit. Paparan sinar matahari pada siang hari lebih disukai untuk tujuan ini daripada di pagi dan sore hari.

SUMBER :

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3460660/
https://link.springer.com/article/10.1186/s12884-019-2306-7
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25207380/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3166406/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3897596/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4344124/

Leave a Reply