Sebelum ke IGD Yuk Kenali Dulu Sistem Triase di Rumah Sakit

Mungkin kalian pernah mendatangi instalansi gawat darurat di rumah sakit lalu tidak mendapatkan penanganan segera dari petugas medis disana ? atau mungkin kalian pernah mendengar cerita bahwa pasien datang tapi langsung tidak ditangani oleh petugas medis ? apakah itu kesalahan petugas medis yang lalai untuk melasanakan tugasnya ?

Eits jangan prasangka buruk dulu, mungkin petugas medis disana sedang melakukan triase atau karena melihat anda datang dengan keadaan yang tidak gawat darurat sehingga petugas medis disana lebih mendahulukan untuk menangani pasien yang gawat darurat.

Apa itu triase ? Di dalam Instalansi Gawat Darurat triase merujuk pada metode yang digunakan untuk menilai tingkat keparahan cedera atau penyakit pasien dalam waktu singkat setelah kedatangan pasien, menetapkan prioritas, dan memindahkan setiap pasien ke tempat yang tepat untuk perawatan. Atau Triase adalah suatu sistem pembagian/klasifikasi prioritas klien berdasarkan berat ringannya kondisi klien atau kegawatanya yang memerlukan tindakan segera.

Menurut PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 47 TAHUN 2018 TENTANG PELAYANAN KEGAWATDARURATAN triase sendiri dibagi menjadi beberapa kategori, kategori ini terdiri dari 4 bagian diantaranya :

  • Kategori merah: prioritas pertama (area resusitasi) Pasien cedera berat mengancam jiwa yang kemungkinan besar dapat hidup bila ditolong segera. seperti henti jantung dan nafas, cedera kepala berat dan sebagainya.
  • Kategori kuning: prioritas kedua (area tindakan) Pasien memerlukan tindakan defenitif tidak ada ancaman jiwa segera, seperti patah tulang tanpa perdarahan, asma bronkiale dan sebagainya.
  • Kategori hijau: prioritas ketiga (area observasi) Pasien dengan cedera/sakit minimal, dapat berjalan dan menolong diri sendiri atau mencari pertolongan.
  • Kategori hitam: prioritas nol Pasien meninggal atau cedera fatal yang jelas dan tidak mungkin diresusitasi.

Setelah  korban ditetapkan prioritasnya maka korban diletakkan di ruangan sesuai prioritasnya dan langkah selanjutnya direncakan tindakan yang sesuai kondisi. Setelah petugas medis menetapkan prioritas berdasarkan ancaman pasien, selanjutnya menentukan rencana tindakan dan pasien segera dikirim ke tempat sesuai prioritas tersebut.

Menurut kamus Cambridge definisi dari Emergency room atau ruang gawat darurat adalah bagian dari rumah sakit tempat orang pergi ketika mereka sakit atau terluka dan perlu perawatan cepat. Jika kita menarik kesimpulan dari definisi tersebut bahwa instalansi gawat darurat itu lebih tepatnya bagi orang yang memerlukan perawatan yang cepat. Seperti yang sudah dijelaskan diatas yang lebih memerlukan penanganan segera adalah KATEGORI MERAH merupakan prioritas 1 dan di lanjut dengan KATEGORI KUNING yang merupakan prioritas 2. Jadi Ketika anda pergi ke IGD datang hanya keluhan pilek, atau keluhan ringan dengan tidak langsung ditangani oleh petugas Kesehatan karena pasien di IGD penuh dengan Prioritas 1 dan Prioritas 2 maka wajar saja petugas kesehatan lebih mementingkan untuk menangani terlebih dahulu pasien priotitas 1 dan 2.

Itulah pnejelasan triase, bagaimana sudah mengerti kan mengenai triase ? Jadi wajar saja petugas Kesehatan lebih melayani dahulu pasien lain dengan kondisi medis yang lebih berat karena kondisi tersebut lebih mengancam nyawa, dari pada menangani psien dengan penyakit ringan. Mungkin jika kalian dating dengan penyakit ringan atau cedera ringan seperti batuk, demam, pilek bisa untuk dating ke puskemas atau praktek keluarga terlebih dahulu.

Sumber :

https://www.ahrq.gov/sites/default/files/wysiwyg/professionals/systems/hospital/esi/esihandbk.pdf
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3021905/
https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/emergency-room
http://ppid-dinkes.sumselprov.go.id/download/358

Leave a Reply