Yuk Kenali Lebih dalam Tentang COVID-19

Beberapa bulan terakhir kita telah dihebohkan oleh virus corona. Bahkan sampai saat ini telah terhitung beberapa ratus ribu kematian diakibatkan oleh virus corona. Yuk lebih kenali CoVID – 19 virus apakah tersebut, bagaimana penularanya, apa saja yang ditimbulkan oleh virus corona ini, dan juga mengetahui pengobatan apa yang diperlukan untuk mengobati virus ini.

Apa aitu Virus Corona ?

Corona virus merupakan virus RNA strain tunggal positif dengan penampilan seperti mahkota dilihat dari mikroskop electron dikarenakan adanya lonjakan glikoprotein.

Bagaimana penyebaran Virus Corona ?

Karena kasus pertama penyakit CoVID-19 terkait dengan paparan langsung dengan Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, penularan dari hewan ke manusia dianggap sebagai mekanisme utama. Namun kasus selanjutnya tidak berkaitan dengan mekanisme paparan tersebut.  Mekanisme lain, cara penularan virus corona sendiri dapat ditularkan melalui droplet yang berasal dari batuk dan juga bersin

Virus corona sendiri dapat bertahan hidup di dalam droplet saliva selama 3 jam, di coin 4 jam, di kertas karton 24 jam, dan di plastik dan besi dapat bertahan 2 sampai 3 hari.

Apa saja gejala yang dapat di timbulkan Virus Corona ?

Gejala yang ditimbulkan CoVID-19 dapat bermacam-macam bergantung berat ringanya penyakit, beberapa gejala yang dapat ditimbulkan yaitu demam, batuk, sesak nafas, lemas, nyeri perut, dan lain lain. Untuk persentase gejala yang ditimbukan oleh virus corona dapat dilihat dibawah.

Menurut CDC (Centers for Disease Control) keparahan penyakit dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu ringan, sedang, dan berat

  • Ringan hingga sedang (gejala ringan hingga pneumonia ringan) : 81%
  • Parah (dispnea, hipoksia, atau keterlibatan paru > 50% pada pencitraan)  : 14%
  • Kritis (gagal napas, syok, atau disfungsi sistem multiorgan) : 5%

Menurut jurnal Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19) gejala corona berdasarkan berat ringanya gejala diklasifikasika sebagai berikut :

Penyakit Ringan

Pasien-pasien ini biasanya disertai dengan gejala infeksi virus saluran pernapasan atas, termasuk demam ringan, batuk (kering), sakit tenggorokan, hidung tersumbat, malaise, sakit kepala, nyeri otot, atau malaise. Tanda dan gejala penyakit yang lebih serius, seperti dispnea/sesak nafas, tidak ada. Dibandingkan dengan infeksi HCoV sebelumnya, gejala non-pernapasan seperti diare sulit ditemukan.

Pneumonia Sedang

Gejala pernapasan seperti batuk dan sesak napas (atau takipnea/nafas cepat pada anak-anak) ada tanpa tanda-tanda pneumonia berat.

Pneumonia Parah

Demam berhubungan dengan dispnea berat, gangguan pernapasan, takipnea (> 30 napas / menit), dan hipoksia (SpO2 <90% pada udara kamar). Namun, gejala demam harus ditafsirkan dengan hati-hati karena bahkan dalam bentuk penyakit yang parah, bisa sedang atau bahkan tidak ada. Sianosis dapat terjadi pada anak-anak. Dalam definisi ini, diagnosis adalah klinis, dan pencitraan radiologis digunakan untuk mengecualikan komplikasi.

Pencitraan dada yang digunakan termasuk radiografi dada, CT scan, atau USG paru yang menunjukkan kekeruhan bilateral (infiltrat paru> 50%), tidak sepenuhnya dijelaskan oleh efusi, lobar, atau kolaps paru. Meskipun dalam beberapa kasus, skenario klinis dan data ventilator bisa menjadi sugestif untuk edema paru, asal pernapasan primer edema terbukti setelah pengecualian gagal jantung atau penyebab lain seperti kelebihan cairan.

Bagaimana sekarang ? sudah mengerti kan tentang COVID-19 ? Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker dan untuk Stay at Home dikarenakan virus corona ini mudah sekali menular lewat droplet.

Leave a Reply